Material

Kusen Aluminum atau UPVC, Pilih Yang Mana?

Jenis UPVC

Problem klasik dari kusen kayu yang saat ini bertengger pada jendela dan pintu yakni tidak tahan lama. Sebab berkurangnya ketahanan kusen kayu adalah rayap, lembab, terkena air, perubahan cuaca, dan perawatan yang tidak benar. Kini saatnya Anda mulai memikirkan kusen jenis apa yang tepat untuk pintu dan jendela rumah.

Inilah Perbedaan Kusen Aluminium dan UPVC Sebagai Penentu Pilihan

Perbedaan Kusen Aluminium dan UPVC

Kusen yang Anda pilih tidak boleh sembarangan. Periksa dan pertimbangkan secara detail segala kelebihan atau kekurangan kusen sebelum menentukan pilihan. Nah, apa saja perbedaan kusen UPVC dengan aluminium? Inilah rincian lengkapnya.

1. Kusen Aluminium

Kusen Aluminium

Desain dari kusen aluminium begitu minimalis dan ramping. Ketika dipakai sebagai kusen jendela, akan terlihat lapang. Karena efek dari kusen akan melapangkan jendela, maka tingkat pencahayaan dapat maksimal masuknya. Bahkan mampu menyebar secara merata ke setiap sisi ruang tanpa terkecuali.Itulah mengapa rumah dengan konsep minimalis umumnya menggunakan kusen aluminium.

​​​​​​Karena selain identik dengan jendela bentuk lapang. Kusen ini memang tidak bisa dibentuk lengkung ataupun lainnya. Lebih terkesan kaku, tetapi tidaklah masalah, karena daya tahannya itu tiada duanya. Hebatnya lagi kusen ini dapat didaur ulang dengan mudah. Kalau rumah ingin menampilkan sisi go green. Kusen ini bisa mewujudkannya.

Dibalik kelebihan yang disebutkan sebelumnya, terselip kekurangan. Yakni pemasangannya terbilang rumit. Pihak pemasang kusen harus hati-hati dalam mengeksekusinya. Pengerjaan memakai sistem bor dan baut secara merapat ke area tembok yang berada dekat jendela dan pintu

Salah walau hanya sedikit saja akibatnya fatal. Kaca jendela bisa pecah, air dari luar dapat masuk ke dalam ruang, dan masih banyak lagi.

2. Jenis UPVC

Jenis UPVC

Kusen yang ini memiliki banyak perbedaan dengan aluminium. Pertama yakni bahan dasarnya. Kusen UPVC terbuat dari turunan plastik, tetapi tidak lentur. Sifat tersebut menghilang karena sudah diproses sedemikian rupa, sehingga unsur plastik nan lentur sekali itu hilang.

Meskipun lenturnya menghilang, kusen ini masih bisa dibuat sesuka hati. Karena UPVC dapat dibuat melengkung. Bagi Anda yang suka dengan konsep rumah non minimalis, pilihlah UPVC. Meskipun fleksibilitas begitu tinggi, kusen ini kokoh lho. Karena bagian dalamnya disusun memakai tambahan rangka baja maupun besi galvanis.

Selain itu pemasangan kusen ini tidak terlalu berisiko seperti aluminium. Hal itu dikarenakan daya fleksibilitas tadi. Selain itu saat pekerja memasang kusen tidak perlu lagi bor dan sejenisnya. Karena pihak produsen telah menyambung kusen dengan metode pemanasan. Tidak mengenal ribet ketika pemasangan.

Segala keunggulan dari UPVC ternyata tersimpan kekurangan. Ada dua kekurangannya yang pertama terkait harga kusen UPVC. Harga cenderung mahal, karena bahan dasar yang begitu kuat dengan tambahan unsur baja atau besi.

Itulah gambaran segala keunggulan dan kekurangan dari kedua jenis kusen non kayu. Setelah mengetahui perbedaan keduanya, segala keputusan berada pada konsumen. Apapun pilihannya keduanya sama-sama kuat terhadap gempuran cuaca, suhu, maupun serangan serangga. Yang pasti perawatannya juga mudah, tidak serumit kusen kayu. Lebih baik segera ganti kusen yang masih berbahan kayu. Bagaimanapun juga saat kusen itu awet, Anda tidak perlu pusing menyediakan dana cadangan pada masa mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *