Furniture

Ketahui Kota Di Indonesia Yang Terkenal Dengan Kreasi Aluminium

Kota Di Indonesia Yang Terkenal Dengan Kreasi Aluminium

Harga bahan baku yang terjangkau, disulap menjadi benda mahal tentu merupakan dasar ideal usaha rumahan. Bila suatu daerah memiliki bahan material yang kaya dan menjadikannya sebagai kreasi kerajinan maka kota tersebut akan dikenal sebagai pusatnya untuk produk tersebut. Seperti bahan baku aluminium yang mulai merambat berbagai kota di tanah air dna menjadi material andalan untuk dijadikan kerajinan.

Sentral produksi Kerajinan Aluminium Di Indonesia

Tidak banyak kota di Indonesia yang dikenal sebagai pengrajin aluminium. Material yang kokoh namun mudah dibentuk ini lebih sering dijadikan perabotan rumah tangga atau material bangunan dari pada bahan kerajinan tangan. Namun, ada segelintir yang cukup dikenal untuk mengerjakan aluminium sebagai kerajinan yang berkualitas eksport. Berikut adalah beberapa daerah tersebut.

1. Kota Gede, Jogja

Produk kerajinan yang menggunakan aluminium sebagai bahan baku di Kotagede adalah berbagai miniatur replika. Diantara yang paling populer adalah kapal, kereta api, wayang golek, serta hiasan lainnya. Ketika Kotagede sudah terkenal dengan produksi kreasi berbahan perak. Tak lama kemudian material aluminium diliriknya, karena memiliki keunikan yang tak kalah dibandingkan perak.

Aluminium jadi bahan baku alternatif yang lebih terjangkau untuk bisnis kerajinan perak. Selain baik bagi usaha juga memberikan variasi bagi pembeli untuk memiliki pilihan lain yang tak kalah cantiknya. Proses pembuatannya juga lebih mudah dan tidak memakan waktu lama.

2. Sleman, Jogja

Bila Kotagede mengambil bentuk kerajinan tangan hasil modifikasi dari perak. Di daerah Sleman, berkembang kreasi aluminium yang berbeda. Sentra aluminium ini mengkhususkan kreativitas untuk pembuatan aluminium cor. Bagian dari bangunan ini berupa penggunaan aluminium sebagai tralis, kubah masjid, dinding ornamen baik untuk kantor atau perumahan. Daerah ini menjadi cukup terkenal dengan kreasi aluminiumnya. Harga jualnya tak kalah bersaing dengan material lain yang jual kaca tempered, gypsum dan material bangunan lainnya.

3. Sayangan, Banyuwangi 

Wilayah dekat perbatasan Jember ini terkenal sebagai sentra aluminium peralatan dapur. Ada kurang lebih 60 usaha rumahan yang mengeluti produksi aneka wajan, oven, cetakan, gelas, tudung saji menggunakan material aluminium. Bahkan, saking daerah ini terkenal untuk produksi aluminium rumah tangganya, bahkan diadakan festival yang berkaitan dengan usaha tersebut.

4. Kendari, Sulawesi Tenggara

Desain furnitur dengan bahan aluminium memiliki bentuk unik yang sesuai dengan gaya interior modern. Kerajinan aluminium mulai menggeliat di kota ini seiring dengan tingginya minat masyarakat terhadap produk yang dihasilkan dari aluminium. Terlebih lagi para pengrajinnya bersedia untuk membuat furnitur berdasarkan pesanan yang memberikan sentuhan personal bagi konsumen. Oleh karena itu, harga furniturenya menjadi variatif dan bersaing. Selain itu ada biaya pembuatan di tambah biaya pemasangan maka harganya akan sedikit berbeda. Seperti halnya harga kaca tempered 10mm terpasang pada bangunan yang sudah dengan biaya pemasangan.

5. Menyali, Buleleng, Bali

Daerah yang kaya dengan budaya seperti Bali, juga melirik material ini menjadi aneka macan kerajinan. Dari pigura, tempat tisu, peralatan mandi, peralatan upacara adat yang kreasinya hinga menembus pasar luar negeri. Sejalannya waktu, semakin banyak model dan bentuk kerajinan aluminium yang diproduksi di desa ini.

Ada banyak kota lainnya di Indonesia yang mulai secara masal memanfaatkan bahan aluminium. Selai harganya yang terlebih terjangkau dari material lainnya. Penggunaannya sangat banyak dari mulai perabotan rumah tangga sampai plafom bangunan. Akan ada saja kreasi lainnya yang bisa dikreasikan oleh berbagai pusat kerajinan aluminium di Indonesia bila memiliki cukup dukungan pemerintah untuk mengelolanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *